Anak SMA asal Surabaya yg memulai usahanya d usia 16 th. D kala teman-temanya menikmati masa mudanya dg hura-hura.Riyadh justru sudah berpikir bagaimana mendapatkan uang. Usaha yg d pilihnya adalah gorengan. Awalnya byk yg menyepelekan usaha gorengan tersebut. Tapi lama kelamaan byk menyukainya hingga d luar sekolah. Maka d usianya itu Riyadh bisa meraup omset hingga jutaan rupiah tiap bulannya.
Showing posts with label Entrepreneur. Show all posts
Showing posts with label Entrepreneur. Show all posts
Thursday, August 29, 2013
Riyadh Anak SMA Pengusaha gorengan
Wednesday, August 21, 2013
Si Kecil Pengusaha sampah Sukses
Rapat Dewan Kota
Newport Beach City, California, Amerika Serikat pekan lalu terlihat
beda. Sebab, ada pengusaha cilik yang mempresentasikan usahanya dan
membuat para anggota Dewan Kota terkesan mendengarnya. Sungguh luar biasa bahwa anak sekecil itu sudah berani memaparkan usahanya.
Vanis Buckholz adalah murid kelas 4
Harbor View Elementary School di Corona del Mar, Newport Beach City. Anak sekecil itu sudah memounyai insting bisnis yang mengagumkan. Di
sela-sela kesibukannya sebagai pelajar, Vanis menghabiskan waktu sebagai
pengusaha cilik. Mau tahu usahanya apa? Ia mempunyai usaha daur ulang yang bernama My
ReCycler.
My ReCycler didirikan Vanis ketika
usianya baru 7 tahun. Ide mendirikan usaha daur ulang ini datang saat
dirinya mengerjakan tugas sekolah tentang daur ulang. Waktu itu, Vanis
baru mengetahui betapa banyak sampah yang yang masih bisa berguna
terbuang percuma setiap harinya. Dia pun berpikir karenanya, Vanis memutuskan untuk
mengelola sampah-sampah tersebut sehingga bisa membawa manfaat bagi
orang lain.
Vanis menjalankan usahannya dengan cara
mengumpulkan sampah-sampah daur ulang yang berserakkan di pantai,
pinggir jalan hingga area parkir. Dalam melakukan pekerjaan, awalnya Vanis
memakai sepeda. Setelah sampah-sampah itu terkumpul, Vanis membawanya
pulang untuk kemudian dijual ke perusahaan daur ulang. begitu terus dilakukan selama 3 tahun.
Setelah 3 tahun berdiri, My ReCycler tumbuh pesat. Vanis tak hanya mengumpulkan sampah reusable di tempat tertentu saja. Bocah berkacamata ini telah memperluas jangkauan dengan mengangkut sampah reusable
serta barang bekas milik tetangga, sanak saudara dan orang-orang di
sekitarnya. Dalam melakukan pekerjaannya, Vanis tak lagi menggunakan
sepeda melainkan truk yang dikemudikan sang ayah, Dave Buckholz.

Bantu Orang Miskin
Kesuksesan yang didapat Vanis tak
membuatnya lupa diri atau sombong. Dengan kekayaan yang dimilikinya dari
bisnis My ReCycler, Vanis berupaya membantu orang-orang miskin. Ia
menyumbangkan sebagian pendapatannya untuk sesama yang membutuhkan itu.
“Saya memulai usaha daur ulang dengan
mengumpulkan gelas plastik, aluminium dan kertas. Sesudah itu, saya
mulai mengumpulkan barang bekas yang bisa didaur ulang dari teman dan
tetangga,” jelas Vanis di hadapan anggota Dewan Kota, Selasa (22/1).
“Seiring dengan pertumbuhan bisnis saya, orangtua menyarankan agar saya
bisa melakukan hal yang lebih baik selain menyelamatkan lingkungan
melalui My ReCycler. Mereka lantas mengajarkan saya untuk beramal.”
Mengikuti nasihat orangtuanya, Vanis
lalu bergabung dengan program Project Hope Alliance. Program itu
diluncurkan untuk membantu orang miskin yang tak mempunyai rumah di
Orange County. “Uang yang saya peroleh dari bisnis daur ulang, 25 persen
saya sumbangkan ke Project Hope, 25 persen untuk mengelola bisnis dan
sisanya saya tabung,” tutur Vanis.
Melalui dana sumbangan Vanis, banyak
anak-anak miskin yang kini terbantu dari bidang pendidikan. Vanis pun
semakin giat dan semangat mengelola My ReCycler. Karena ia tahu, bukan
hanya dirinya yang bisa merasakan keuntungannya tapi juga banyak orang.
Wah, Vanis baik sekali. Pantas saja
anggota Dewan Kota tempatnya tinggal kagum dan terkesan olehnya. Nah,
apakah kamu juga bisa seperti Vanis
Thursday, August 15, 2013
Tips Sukses
tips sukses
Tips Menjadi Orang Sukses
1. Awali
segala sesuatunya sebelum melangkah dengan berdoa dan melangkah dengan
bersandar padaNya
2. Ikutilah
seminar-seminar bisnis yang diadakan di kota anda. Coba beli koran dan lihatlah
iklan-iklan seminar di kota anda dan coba hadir di seminar-seminar tersebut. Memang
Kadang seminar-seminar itu membutuhkan biaya, tapi coba sisihkan uang anda
untuk ikut dalam seminar-seminar itu. Wawasan anda pasti akan lebih luas dan
terbuka. karena di dalam seminar tersebut biasanya di beberkan tips dan trik dengan
strategi-strategi dari pembicara yang di
kemas sedemikian untuk bias kita terapkan
3. Coba
praktekkan apa yang anda dengar di dalam seminar. Karena pengetahuan tanpa
praktek adalah nol besar. Dan anda tidak akan jadi besar jika anda tidak segera
take action. dimulai dari hal yang sederhana, yang bisa dengan mudah dikerjakan
akhirnya semua bisa dikerjakan dengan
menggunakan alam bawah sadar
4. Buatlah sasaran atau goal (tujuan) anda di
masa depan. Buat planning 10 tahun ke depan anda ingin jadi seperti apa, 5
tahun depan, dan 1 tahun depan.
5. Jangan
patah semangat jika anda mendengar bahwa rencana yang telah anda susun tidak
akan berhasil. Banyak orang akan mengatakan jangan lakukan itu, jangan bisnis,
bisnis itu beresiko, anda pasti tidak bisa, seminar itu hanya teori, dsb. Coba
tetap fokus akan planning/rencana anda.
6. Terus
asah pengetahuan anda di bisnis yang anda geluti, jika anda fokus pasti anda
akan berhasil. Semakin lama anda belajar di bisnis yang sama, maka anda akan
semakin ahli.
7. Buatlah
SOP untuk bisnis anda, agar segala sesuatu bisa menjadi teratur dan bisa
didelegasikan. Jika anda sudah bisa mendelegasikan bisnis anda, maka anda akan
bebas jalan-jalan tanpa perlu mengkhawatirkan bisnis anda. Anda tinggal
memantau tim anda, dan anda bisa jalan-jalan, atau membuka bisnis yang lain.
Ingat, ini bisa anda lakukan jika anda sudah membuat semua SOP untuk bisnis
anda. Pada saat membuka bisnis, usahakan jangan langsung ditinggalkan, coba
anda fokus dulu disitu 6 bln – 1 tahun, baru jika bisnisnya sudah stabil, anda
sudah bisa mendelegasikan ke tim anda.
8. Coba
atur keuangan anda, dari pemasukan sampai pengeluaran. Coba bagi pemasukan anda
menjadi pos-pos. Sisihkan untuk pendidikan(utk anak, ikut seminar, dll), untuk
sehari-hari, untuk amal, untuk senang-senang, untuk pengeluaran tak terduga.
9. Berdoa
menurut kepercayaan kita masing-masing. Berdoa agar rencana kita bisa tercapai,
dan jangan lupa selalu mengucap syukur pada saat target/rencana kita tercapai.
-
Salah seorang yang berperan memopulerkan lidah buaya sebagai produk makanan khas Pontianak itu adalah Sunani
(39). Dimulai dari kesenangan membuat kue, lulusan kolah menengah atas
itu mencoba membuat jeli dan dodol berbahan dasar lidah buaya (aloe
vera) tahun 2004.
“Saya mencobanya dari jumlah yang sangat
sedikit, hanya satu kilogram lidah buaya yang saya olah menjadi jeli
dan dodol,” ujar Sunani. Pada awal usahanya, Sunani memutuskan untuk
menitipkan jeli dan dodol lidah buaya di pusat toko oleh-oleh Kota
Pontianak.
Sayangnya, respons konsumen belum bagus karena masih asing dengan produk olahan itu. Sunani menilai hal itu wajar mengingat lidah buaya memang bukan balian baku siap olah seperti ba-han baku lain.
“Mengolah lidah buaya menjadi makanan
memang harus sabar, prosesnya agak lama. Konsumen yang membeli produk
makanan olahan lidah buaya pada masa awal itu umumnya mereka yang tahu
khasiatnya,” ujar Sunani.
Awalnya, Sunani hanya memanfaatkan
daging lidah buaya untuk membuat jeli dan dodol. Prosesnya agak rumit
karena harus dicuci lima hingga enam kali supaya lendirnya hilang.
Selanjutnya, lidah buaya harus direbus.
Tantangan
pada tahun pertama membuat makanan olahan dari lidah buaya bagi Sunani
terasa berat Pasalnya, dia harus memperkenalkan produk makanan dari
bahan baku yang baru.
“Namun, upaya saya dengan ikut pameran,
menitipkan produk di beberapa tempat, dan memperkenalkannya dari mulut
ke mulut tidak sia-sia. Dalam tahun pertama, saya sudah bisa mengolah
sekitar 200 kilogram lidah buaya setiap bulan,” kata Sunani.
Sunani dibantu lima
pekerja pada se-tahun pertama dan bisa membukukan omzet Rp 20 juta per
bulan. Supaya makin dikenal konsumen, Sunani yang dibantu suaminya,
Jifung (41), menggunakan merk Isunvera.
Tiga tahun pertama, Sunani menggarap
serius pangsa pasar di Kota Pontianak dengan membuat beberapa jenis
makanan olahan baru berbahan dasar lidah buaya, seperti kerupuk,
minuman, dan teh. Khusus teh, Sunani membuatnya dari kulit lidah buaya.
“Dengan berhasil menemukan cara
pembuatan teh dari lidah buaya, usaha saya hampir tak menghasilkan
limbah atau sampah. Semua terpakai, mulai daging hingga kulit. Bagian
yang tidak terolah hanya bagian ujung dan duri saja, kata Sunani.
Setelah delapan tahun menggeluti
usahanya, kini Sunani menghabiskan 2 ton bahan baku setiap hari. Dari
kebunnya yang .seluas 2 hektar, Sunani hanya mendapatkan sekitar 1 ton
bahan baku setiap hari. Sisanya diperoleh dari enam petani yang bersedia
bekerja sama menyediakan lahan untuk ditanami lidah buaya.
Saat ini, dia dibantu 35 pekerja yang
sebagian besar perempuan. Sebagian dari para perempuan itu adalah
anak-anak putus sekolah yang hanya lulus sekolah dasar. Selain untuk
pasar lokal Pontianak. Isunvera juga didistribusikan ke
beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta, Balikpapan,
Pangkalan Bun, dan Banjarmasin. Dalam waktu dekat ini. Isunvera juga didistribusikan untuk memenuhi permintaan Pasar.
Kendati hamil lulus Kitalah menengah
atas. Sunani tetap han.i karena tak hanya memasok produk makanan untuk
pasar lokal. Pasar makanan lian produk kosmetik berbahan dasar Udah
buaya di Kuchini rawak, Malaysia dan Brunei pun dia
Sunani berbagi peran dengan Jifung.
Pemeliharaan dan panen di kebun pengantaran produk untuk Pontianak
dilakukan Jifung. sementara pengembangan produk dan pengelolaan sumber
daya manusia oleh Sunani
Kendati berhasil mendapatkan omzet
ratusan juta, Sunani mengaku belum pernah menambah modal dari pinjaman.
Takut, katanya. Sunani dan suaminya tak meminjam modal karena takut
pekerjaan sehari-hari terbebani membayar cicilan dan bunga. “Bungo
pinjaman tidak pernah kecil Di mana pun itu.” ujar Sunani
- See more
at:
http://kisahsukses.info/kisah-sukses-sunani-dengan-bisnis-jeli-dan-dodol-dari-lidah-buaya.html#sthash.v2EllkLO.dpufWednesday, August 14, 2013
Saran untuk pemula bisnis: pindah zona dari karyawan ke pebisnis
Tren berwirausaha semakin santer terdengar. Banyak bermunculan
ajakan untuk meninggalkan status karyawan menjadi pengusaha. Banyak
seminar dan buku-buku tentang wirausaha pun semakin laris di pasaran.
Semakin banyak pula yang tergelitik memulainya. ulasannyapun bermacam-macam untuk mengajak berwirausaha untuk menuju menjadi pengusaha sukses.
Ada yang dengan mulus dan sukses, namun ada pula yang jatuh saat mulai melangkah, dan akhirnya kembali lagi menjadi karyawan. karena mungkin zona sebagai karyawan adalah aman bagi mereka yang lama menekuni sebagai karyawan
Menjadi pengusaha memang menyenangkan. Anda tidak lagi terikat oleh jam kerja rutin yang mengharuskan Anda berangkat pagi dan pulang sore setiap hari. Dengan menjadi pengusaha, Anda bisa mengatur sendiri waktu kesibukan dan liburan Anda.
Anda yang berminat beralih menjadi pengusaha, ada baiknya memahami dahulu apa saja yang harus Anda persiapkan agar tidak gagal.
Mulailah saat masih menjadi karyawan. Jika saat ini Anda masih menyandang status karyawan, jangan buru-buru memutuskan berhenti dari pekerjaan itu. Namun, mulailah merintis bisnis Anda. Ingat, untuk berbisnis Anda membutuhkan uang. Sisihkanlah dari gaji Anda untuk membiayai usaha Anda. Ketika bisnis Anda sudah benar-benar menghasilkan keuntungan yang membuat Anda tak lagi bergantung kepada gaji, itulah saat yang tepat untuk keluar dari pekerjaan Anda.
Jual yang Anda suka. Banyak pegawai bank yang sukses membuka bengkel motor. Atau, politikus yang sukses dengan bisnis kulinernya. Dalam bisnis, passion memainkan peran penting. Mulailah berbisnis tentang sesuatu yang Anda suka dahulu. Jika Anda suka memancing, mungkin Anda akan sukses jika membuka toko peralatan pancing.
Jangan sambilan. Tidak ada bisnis sukses yang dijalan sebagai sambilan. Meskipun Anda tergolong pemula dalam bisnis, bukan berarti Anda tidak bisa profesional untuk mengelolanya. Pelajari bisnis Anda, lakukan riset, buat perencanaan dan diskusikanlah dengan orang-orang yang profesional di bidang itu. Rutinitas pekerjaan di kantor bukanlah alasan Anda tidak memiliki waktu untuk menjalankan bisnis Anda. Ingat, dalam bisnis yang dibutuhkan adalah keseriusan. Jika Anda serius menjalani, maka hasilnya pun akan “serius”.
Selamat berbisnis! (Wiko Rahardjo)
Ada yang dengan mulus dan sukses, namun ada pula yang jatuh saat mulai melangkah, dan akhirnya kembali lagi menjadi karyawan. karena mungkin zona sebagai karyawan adalah aman bagi mereka yang lama menekuni sebagai karyawan
Menjadi pengusaha memang menyenangkan. Anda tidak lagi terikat oleh jam kerja rutin yang mengharuskan Anda berangkat pagi dan pulang sore setiap hari. Dengan menjadi pengusaha, Anda bisa mengatur sendiri waktu kesibukan dan liburan Anda.
Anda yang berminat beralih menjadi pengusaha, ada baiknya memahami dahulu apa saja yang harus Anda persiapkan agar tidak gagal.
Mulailah saat masih menjadi karyawan. Jika saat ini Anda masih menyandang status karyawan, jangan buru-buru memutuskan berhenti dari pekerjaan itu. Namun, mulailah merintis bisnis Anda. Ingat, untuk berbisnis Anda membutuhkan uang. Sisihkanlah dari gaji Anda untuk membiayai usaha Anda. Ketika bisnis Anda sudah benar-benar menghasilkan keuntungan yang membuat Anda tak lagi bergantung kepada gaji, itulah saat yang tepat untuk keluar dari pekerjaan Anda.
Jual yang Anda suka. Banyak pegawai bank yang sukses membuka bengkel motor. Atau, politikus yang sukses dengan bisnis kulinernya. Dalam bisnis, passion memainkan peran penting. Mulailah berbisnis tentang sesuatu yang Anda suka dahulu. Jika Anda suka memancing, mungkin Anda akan sukses jika membuka toko peralatan pancing.
Jangan sambilan. Tidak ada bisnis sukses yang dijalan sebagai sambilan. Meskipun Anda tergolong pemula dalam bisnis, bukan berarti Anda tidak bisa profesional untuk mengelolanya. Pelajari bisnis Anda, lakukan riset, buat perencanaan dan diskusikanlah dengan orang-orang yang profesional di bidang itu. Rutinitas pekerjaan di kantor bukanlah alasan Anda tidak memiliki waktu untuk menjalankan bisnis Anda. Ingat, dalam bisnis yang dibutuhkan adalah keseriusan. Jika Anda serius menjalani, maka hasilnya pun akan “serius”.
Selamat berbisnis! (Wiko Rahardjo)
Mochamad Taufiq Pengusaha sukses bermodal 20 ribu
Mohammad Taufiq memulai bisnisnya pada tahun 1990 dengan modal hanya 20 ribu saja. awalnya usaha dengan membeli keramik jadi dari produsen yang ada lalu di cat sendiri. ide bisnis kreatif ini beliau dapat ketika melihat warna-warna keramik waktu itu cenderung suram dan makin lama makin pudar. Muncullah ide mencari pewarna keramik yang bisa memberi warna lebih kuat dan tahan lama alias awet. setelah mengamati cat pada kendaraan, beliau iseng mencobanya pada keramik dan ternyata hasilnya sungguh jauh lebih bagus.
Dari modal sekecil itu beliau menawarkan produk-produknya dari 1 konsumen ke konsumen lainnya, akhirnya sedikit demi sedikit produk keramiknya mulai mendapatkan order. setahun berlalu modal pun akhirnya terkumpul setelah rela berkerja pontang-panting memenuhi semua orderan.
Dari modal sekecil itu beliau menawarkan produk-produknya dari 1 konsumen ke konsumen lainnya, akhirnya sedikit demi sedikit produk keramiknya mulai mendapatkan order. setahun berlalu modal pun akhirnya terkumpul setelah rela berkerja pontang-panting memenuhi semua orderan.
Monday, August 5, 2013
Salah satu Milyarder Indonesia tidak tamat SMP
I Gusti Ngurah Anom adalah pengusaha konveksi di Denpasar, Bali yang ternyata tidak lulus SMP. Meski sudah menjadi pimpinan perusahaan yang sukses, Anom masih sering
turun langsung mengawasi pekerjaan ratusan karyawannya. berawal dari beberapa karyawan yang mendukung perkembangan usahanyaSukses yang diraih Anom tak datang begitu saja. proses yang digelutinya baik suka maupun duka yang menjadikan salah satu kesukseannya. Terlahir dari pasangan petani miskin, Anom tak bisa menamatkan bangku sekolah menengah pertama. Anom juga sempat lari dari rumah tanpa uang sepeserpun. Ia bertahan hidup jadi tukang cuci mobil tamu hotel selama dua tahun. Setelah kerja serabutan, Anom bekerja di perusahaan konveksi milik saudaranya. Anom kemudian memulai usaha konveksi bersama dengan pengusaha yang telah sukses.
Sukses menjadi pengusaha tak membuat Anom lupa akan sekelilingnya. Ia aktif membina pengusaha kecil menengah. Salah satunya Ngurah Padma Wisnu. Dengan modal awal Rp 100 juta pada tahun 2004, ia kini sudah bisa meraih penghasilan Rp 80 juta per bulan dengan mempekerjakan 1000 orang lebih karyawan.
Berani, tekun, dan tekad yang kuat untuk sukses jadi kunci keberhasilan Anom. Tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya cara untuk meraih sukses hidup.
Friday, August 2, 2013
Kisah Jokowi bagaimana berwirausaha tanpa modal
Jokowi seorang Gubernur DKI Jakarta, sebelumnya adalah seorang Pengusaha Meubel.,dulunya sebelum jadi Pengusaha Jokowi adalah anak kampung, tapi berkat kegigihan dan keuletannya,
saat ini Jokowi sukses jadi seorang pengusaha sekaligus menjadi orang
nomor satu di Jakarta .
Jokowi menceritakan pengalaman hidupnya hingga bisa menjadi seorang pengusaha
dengan penuh semangat. Menurut Jokowi, kesuksesan yang di raihnya saat
ini tidak diraih secara instan, melainkan melalui tahapan proses yang
namanya kegigihan dan keuletan sehingga terlahir sifat wirausaha yang
tahan banting dan pantang menyerah. karena kalau instan biasanya banyak terjadi ketika ada masalah, maka jarang yang sanggup bertahan
“Kalau menurut saya, wirausaha itu adalah bagaimana mengubah sesuatu sehingga punya nilai lebih,” ujar Jokowi.
“Saya tahunya hanya itu.”
Lahir dari keluarga yang biasa dan
merasakan susahnya hidup seadanya membuat Jokowi muda bertekad menjadi
seorang pengusaha. Dan akhirnya pada tahun 1988 di kota Solo, Jokowi merintis sebuah usaha di bidang meubel.
“Banyak orang yang mengatakan untuk
wirausaha harus punya modal dulu, tapi menurut saya tidak, yang paling
penting memulai usaha, jangan takut,” Lanjut Jokowi dengan penuh
semangat menuturkan kisah kegigihannya.
Ya namanya juga merintis pasti ada
kendala-kendala yang di rasakannya saat itu.mulai dari tidak mempunyai
banyak modal sampai faktor suara-suara sekitar yang tidak enak di
dengar.
“Saya juga jualan dari pintu ke pintu,
dari rumah ke rumah sampai 5 tahun, itu memang beratnya setengah mati.
Tapi saya harus semangat maka saya kerja dari subuh ke subuh,” ujarnya
menceritakan tentang overtime yang ia jalankan untuk mencari tambahan
modal.
Kalo pengen jadi wirausaha sukses, harus fokus dan tekun dengan apa yang di kerjakan.
“Saya tidak punya apa-apa, saya tidak modal, ya lebihkan waktu kerjanya,” katanya.
Inilah kunci sukses menjadi seorang wirausaha menurut Jokowi:
Kunci Yang pertama yaitu inovasi produk. Produk selalu di perbarui entah itu model atau tampilan,dan jangan berhenti berinovasi.
Kunci yang kedua,Lihat
peluang dan manfaatkan. “Jangan sampai peluang itu lepas, mau jualan
produk apa pun, kejar dan jangan lewatkan,” ujar dia.
Kunci ketiga, kerja
keras.penuh semangat dan ulet. “Kita harus kuat, bekerja keras, kalau
saya dari subuh sampai subuh, kalau tidak begitu, maka lupakan sukdes,”
ujar Jokowi.
Kunci keempat yaitu konsistensi,ini sesulit saat kita mau memulai usaha.bagaimana daya tahan kita untuk mengelola usaha tersebut.
Kunci kelima, berani mengambil risiko, resiko untuk berhasil maupun resiko untuk lebih berhasil.
Ke-enam, harus mampu berkoordinasi dengan pihak lain dan jaring relasi.
“Kalau tidak berani jangan jadi wirasusaha, saya pernah kecemplung sungai tapi bangun lagi. Makanya saya sampai kurus begini,” katanya, sambil bercanda.
Thursday, August 1, 2013
Victor Giovan Raihan pelajar SMA Kepanjen Malang owner Teh Kempot
Victor Giovan Raihan, pelajar 18 tahun ini, semula hanya iseng-iseng saja membuat
minuman yang memadukan teh dan susu fermentasi ini. Hasilnya, minuman olahannya
ternyata memiliki banyak penggemar.
Bisnis aneka minuman cepat saji kian mengalir. Bahan dasarnya bisa susu,
cincao, teh, sinom alias jamu, buah, hingga yang serba racikan sendiri. Bisnis
teh kemasan siap saji misalnya, banyak diminati lantaran keuntungan yang
diperoleh cukup besar, cara pembuatannya juga tak sulit.
Meracik teh yoghurt kini menjadi andalannya.
“Modal awalnya Rp 3 juta dengan meminjam dari orangtua
sekitar 2010. Saat ini per outlet paling apes menghasilkan Rp 2 juta per bulan.
Outlet lain yang ramai bisa lebih dari itu,” aku pemilik merek Teh Kempot ini.
Ide menamai Teh Kempot berasal dari cara orang minum teh
kemasan dengan sedotan, jika teh terasa enak dan hampir habis pasti orang akan
terus menyedot hingga bentuk pipinya kempot. Begitu kira-kira harapan Victor
menjadikan teh yoghurt berasa paling yummy.
Victor yang bersekolah di SMA Negeri 1
Kepanjen ini memiliki 10 outlet yang dikelola sendiri dan 17 outlet yang
dikelola oleh mitranya. Bermitra dengannya cukup bayar Rp 3,5 juta dan akan
mendapatkan 1 paket booth (gerobak), alat masak dan 100 cup (gelas kemasan)
pertama. Dua mitra diantaranya ada di Jakarta dan Palembang, lainnya tersebar
di Kota Malang.
“Saya belum berani menjual hak dagang secara franchise
karena masih sangat pemula. Jujur saja bisnis teh kemasan siap saji ini marjin
keuntungannya bisa 350 persen. Kalau kuliner seperti, Bakso Mercon yang sedang
saya kelola, marjin keuntungannya hanya 100 persen,” lanjut putra pasangan Sri
Winarsih dan Bambang Hermanto.
Victor memang lebih dulu mengelola bisnis bakso, ketimbang
teh yoghurt. Outlet baksonya baru ada lima, kesemuanya ada di Malang. Tahun
ini, ia berencana nambah lima outlet. Bisnis yang dikelolanya ini belakangan
berkembang ke minuman. Alasannya sederhana, kalau orang makan bakso pasti butuh
minum.
“Saya coba beli daun teh setengah matang dari pemasok, saya
kelola sendiri lalu saya mix dengan yoghurt (susu fermentasi). Ada rasa lemon
tea, stoberi, dan cokelat,” ujar pria yang bermukim di Jl Panji II Kepanjen
ini.
Per kemasan atau segelas teh yoghurt ukuran 250 ml dijual
seharga Rp 2.000-2.500. Jumlah karyawan yang bekerja padanya kini tak kurang
dari 50 orang, termasuk untuk outlet bakso dan teh yoghurt.
Setiap harinya, ia bisa menghabiskan 20 kg daun teh kering
untuk diproduksi atau menjadi 70 gelas. Gula yang dibutuhkan 4 kg per outlet
per hari. Sedangkan kebutuhan daging untuk bakso sekitar 20 kg per hari.
“Usaha bakso tetap akan jadi core business saya karena
omzetnya besar. Kalau teh hanya sampingan. Ke depan, saya akan tambah mitra di
kota-kota besar, seperti Surabaya dan Sidoarjo,” lanjut Victor.
Ia mengaku, jalan yang ia tempuh dari hasil kerja kerasnya
kini membawa keberuntungan yang luar biasa di usianya yang masih belia. “Saya
tidak tahu jika dulu saya mengikuti anjuran ayah untuk sekolah di kepolisian
apa ‘omzet’nya akan sebesar ini. Keluarga besar saya semua di jalur angkatan
bersenjata. Tapi saya tidak minat mengikuti jejak tersebut,” yakinnya.
Untuk perluasan usaha, Victor masih enggan mengajukan kredit
kemana-mana. Pakai modal pribadi dan pinjam orangtua masih memungkinkan. “Toh
bapak saya dapat fasilitas kredit dari bank, yakni kredit kepolisian. Saya
pinjam dari situ juga,” pungkasnya.
Sebuah cara Merubah Mimpi menjadi Pengusaha Sukses
Bagaimana ?
kalau hanya bertanya bagaimana dan bagaimana alias hanya bertanya saja maka di jamin mimpi tadi tetap tidak akan berubah. yang perlu dilakukaan adalah ACTION. Bagaimana caranya ? berikut akan kami share kan :
EG000623 with 1.234.567.890
kalau hanya bertanya bagaimana dan bagaimana alias hanya bertanya saja maka di jamin mimpi tadi tetap tidak akan berubah. yang perlu dilakukaan adalah ACTION. Bagaimana caranya ? berikut akan kami share kan :
- Dimulai dengan langkah kecil, lakukan tindakan yang terkecil untuk bisa mewujudkan impian dan menjadi pengusaha. Misal langkah pertama adalah menuliskan rencana produk/jasa yang akan anda jual. Produk seperti apa yang akan anda jual pertama kali. Atau sederhana saja, langkah pertamanya adalah menelpon orang yang mempunyai produk yang akan anda jual. Dengan langkah pertama ide yang mendorong untuk langkah-langkah berikutnya. Dengan satu langkah itu anda akan merasa sudah memulai bisnis anda. ACTION..!!
- Jalankan untuk menuju sempurna , untuk memulai,lakukan yang sederhana saja tidak perlu menunggu sempurna . Lupakan untuk selalu mulai dengan sempurna. Jika anda ingin yang sempurna maka tidak akan pernah dapat memulai. Misal saja anda ingin membuat usaha pangkas rambut, buka saja langsung, tidak perlu memikirkan untuk mempunyai tempat yang bagus dan sempurna. Juga misalnya, anda ingin membuka toko online, tidak perlu harus yang sempurna dengan membayar programmer yang mahal dan harus dengan tampilan yang cantik, anda bisa memulainya dengan yang murah ataupun gratis dan sederhana seperti dengan wordpress, blog dan lain-lain. Dari memulai seperti ini, akan banyak jalan menuju sempurna. Banyak pihak yang akan memberikan masukan dan mendukung serta membantu langkah anda kelak.
- Sebarkan Impian anda. Katakan kepada orang-orang sekitar anda bahwa anda sudah memulai untuk berbisnis, sampaikan ide anda dan tawarkan produk anda. Kadang banyak orang takut untuk memberitahu kepada orang lain tentang ide yang ia miliki karena takut idenya dicuri. Dengan mengatakan kepada orang lain anda akan mendapatkan ide-ide lain untuk melengkapi langkah berikutnya. Dengan langkah ini anda sudah berani untuk memulai usaha.
- Ikuti seminar, pelatihan, forum di komunitas-komunitas wirausaha, dapatkan manfaatnya untuk bisnis anda, anda akan dapat ilmu dan juga jejaring pertemanan yang saling mendukung. Ilmu yang didapatkan harus segera diterapkan bukan hanya direnungkan atau dipikirkan, tapi benar-benar diterapkan. Jejaring pertemanan yang didapatakan menambah wawasan dari mereka yang sudah memulai dan sukses usaha. Anda dapat belajar banyak dari mereka dan mereka akan senantiasa membantu anda.
- Sampaikan apa yang anda butuhkan . Dengan adanya jejaring pertemanan yang anda miliki, anda kini sudah mempunyai teman yang siap membantu. Setelah berbagi cerita dengan mereka apa yang anda rencanakan dan lakukan, sampaikan juga kepada mereka apa yang anda butuhkan untuk memulai usaha anda. Mereka akan membantu anda sesuai yang mereka sanggupi. Hubungi juga teman-teman anda, apa yang bisa mereka dukung untuk usaha anda.
EG000623 with 1.234.567.890
Saturday, July 27, 2013
Marta Tilaar owner Marta Tilaar kosmetik
Marta Tilaar, Dulunya merupakan di nyatakan sebagai oleh dokter terapis sebagai seorang
anak yang LAMBAT BELAJAR atau "Slow Lerner" atau dalam istilah
awamnya Telmi "telat mikir".
Satu hal yang menarik kala itu orang tuanya berkata;
"Marta sayang, Kita jangan percaya pada apa yang dikatakan para terapis
itu ya nak."
"Kamu itu anak hebat, nak mama yakin itu. Nah sekarang
mari kita fokus menemukan apa kehebatan kamu itu Nak."
(pesan orang tua Marta pada anaknya, persis dialog Nancy
Alliot pada anaknya saat Thomas Edison dinyatakan sebagai anak yang TAK MAMPU
MENGIKUTI PELAJARAN SEKOLAH alias Slow Learner alisa Learning Disability dan di
keluarkan dari sekolah kelas 1 SD)
Hingga pada akhirnya Marta dan orang tuanya berhasil
menemukan kehebatan Marta kecil, Mereka berdua berhasil menemukan minat
terbesar anaknya yaitu dibidang kecantikan dan tata rias.
Setelah itu orang tuanya mengajak seluruh saudaranya
mendukung bakat Marta kecil tersebut, dan karena waktu itu mereka masih
memiliki dana terbatas maka orang tuanya rela menjual hampir semua perabot
rumah tangganya untuk mendukung bakat anaknya hingga akhirnya mengirim anaknya untuk
bersekolah di sekolah kecantikan yang dianggap terbaik saat itu.
Waktu itu orang tuanya bertanya "Marta sayang apa yang
menjadi MIMPI BESARMU di dunia kecantikan".
Lalu Marta kecil menjawab "Aku ingin menjadikan Wanita2
Indonesia Cantik Alami dimata dunia, mama"
Ya waktu itu Marta bermimpi bahwa produk kecantikannya itu
harus alami dan mewarisi budaya para leluhur, maka setelah kembali dari
sekolahnya di Luar Negeri; anak dan orang tuanya pergi ke pelosok2 daerah
belajar dari orang2 sepuh di Jawa tentang resep kencantikan ala leluhur raja2
Jawa dahulu kala.
Maka mulailah di tekuni usaha kecil-kecilan untuk
memproduksi kosmetik dengan kombinasi pengetahuan International dengan resep
kecantikan raja2 Jawa jaman dahulu.
Dan akhirnya waktu yang membuktikan hasil dari usaha keras
anak dan orang tua ini, mereka telah membuktikan pada bangsa dan negaranya juga
pada bangsa2 di dunia bahwa dia adalah anak yang berbakat dan sukses bukan
seperti yang dikatakan oleh terapis dan sekolahnya bahwa dia adalah anak yang
"SLOW LEARNER" atau lambat belajar.
Tahukah anda siapa sesungguhnya anak ini????
Anak ini sekarang dikenal dengan nama Marta Tilaar... salah
satu pengusaha besar kosmetika dan kecantikan di Indonesia.
Saya jadi teringat dulu pernah ada anak yang saya bimbing,
sebut saja namanya "Cantiq", anak inipun datang berkonsultasi bersama
orang tuanya kepada saya karena disekolahnya dinyatakan sebagai anak yang SLOW
LEARNER dan membutuhkan seorang Shadow Teacher untuk membantunya mengikuti
pelajaran2 disekolahnya.
Namun kami beserta orang tuanya berhasil melakukan persis
seperti yang dilakukan oleh orangtuanya Ibu Marta Tilaar.
Dan sekarang Cantik sudah fokus menempuh studinya di Jepang
dengan spesialisasi Design Animasi Manga berbahasa Jepang.
Saya pun jadi teringat dengan orang2 yang masih bersikeras
menentang keras pandangan kami (melalui sebuah web site yang di share di fb
kita);
bahwa mereka katakan apa yang kami sampaikan adalah sebuah
KEBOHONGAN DAN HANYA UNTUK MENYENANGKAN PARA ORANG TUA SEMATA. Apakah anda
masih ingat ????
Padahal menurut pengalaman kami juga bukti2 sejarah,
sesungguhnya TIDAK ADA anak yang bermasalah dengan ADD, ADHD, Learning
Disbality atau (Slow Learner).
Malainkan yang ada adalah kita (sistem sekolah dan para
gurunya) yang tidak mehami dan tidak mampu menemukan potensi unggul yang
dimiliki si anak tersebut.
Sejarah telah membuktikan kembali melalui pengalaman hidup
Ibu Martha Tilaar dan puteri yang kami bimbing yang bernama Cantiq.
Ingatlah bahwa susunguhnya kitalah yang harus lebih banyak
belajar tentang menemukan kunggulan anak dan bukan malah MENGHAKIMI SETIAP ANAK
DENGAN LEBEL2 MASALAH YANG BERBEDA.
Penting! Memulai usaha kecil menjadi sukses
Beberapa aturan untuk memulai usaha kecil. Daftar ini lebih untuk
membuat Anda menyadari kenyataan yang ada, bahwa ada beberapa rambu-rambu yang harus dipatuhi dalam menjalankan bisnis.
Lebih realistis. Saat membuat model bisnis, coba lihat ke sekeliling dan cari contoh sukses dari model bisnis yang Anda kehendaki, lalu pelajari. Bila Anda tak dapat menemukan, entah Anda yang luar biasa jenius, atau model bisnis Anda tidak bakal berhasil di dunia nyata. maka silakan cari model bisnis yang yang bisa diterapkan dan kita bisa menyenanginya
Jangan menginvestasikan uang sendiri. Karena kebanyakan bisnis adalah perjalanan yang berisiko, carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana start-up tadi, dan tidak dikejar utang. tentunya mencari partner yang good attitude.
Perbudak diri sendiri. Jika Anda tidak bersedia bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi dan kesehatan, maka wirausaha bukan untuk Anda. Pada awalnya, Anda pasti tidak akan mampu membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah. Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri. mengawali usaha kecil alangkah baiknya jika anda terlibat untuk memahami dan menguasai bisnis anda. faktor pengeluaran untuk tahap awal bisa diminimalisir
Hargai waktu. Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu perjam. Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan: Bila sebuah toko mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini mungkin bertentangan dengan aturan ke 3, tapi bahkan budak sekalipun juga memiliki nilai ekonomi.
Rekrut karyawan dengan baik. Tanpa memedulikan ukuran usaha Anda, pada akhirnya Anda akan merekrut karyawan dari luar. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha. Sangat disayangkan sikap pemilik usaha yang punya visi untuk usahanya, tapi merekrut karyawan yang justru menghalanginya meraih visi tersebut.
Jual kelebihannya, bukan harganya. Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik. harga bukan segalanya tapi pelayanan dengan menunjukkan kelebihan nilai barang yang dijual bisa meningkatkan nilai jual barang tersebut
Ketahui angka dasar. Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang.
Gunakan teknologi terbaru. Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran. banyak teknologi baru dengan low cost
Perlakukan vendor dengan baik. Perlakukan vendor dan suplier Anda sebaik mungkin, seperti halnya Anda memperlakukan para pelanggan. Mereka bisa saja memberikan diskon berdasarkan besarnya volume pemesanan Anda, atau bahkan demi menjaga hubungan baik, serta berharap ada peningkatan volume di masa mendatang. Hubungan yang baik membuat mereka juga dapat memahami keterlambatan pembayaran, bahkan memberikan pengiriman gratis.
Jadilah yang terbaik. Anda tidak boleh setengah-setengah.Setiap hal yang Anda lakukan untuk klien harus lah yangterbaik. Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik. Lakukan itu terus menerus, dan kekuatan word of mouth akan menyebar. (Sumber: The Washington Post/Slate Magazine)
Lebih realistis. Saat membuat model bisnis, coba lihat ke sekeliling dan cari contoh sukses dari model bisnis yang Anda kehendaki, lalu pelajari. Bila Anda tak dapat menemukan, entah Anda yang luar biasa jenius, atau model bisnis Anda tidak bakal berhasil di dunia nyata. maka silakan cari model bisnis yang yang bisa diterapkan dan kita bisa menyenanginya
Jangan menginvestasikan uang sendiri. Karena kebanyakan bisnis adalah perjalanan yang berisiko, carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana start-up tadi, dan tidak dikejar utang. tentunya mencari partner yang good attitude.
Perbudak diri sendiri. Jika Anda tidak bersedia bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi dan kesehatan, maka wirausaha bukan untuk Anda. Pada awalnya, Anda pasti tidak akan mampu membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah. Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri. mengawali usaha kecil alangkah baiknya jika anda terlibat untuk memahami dan menguasai bisnis anda. faktor pengeluaran untuk tahap awal bisa diminimalisir
Hargai waktu. Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu perjam. Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan: Bila sebuah toko mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini mungkin bertentangan dengan aturan ke 3, tapi bahkan budak sekalipun juga memiliki nilai ekonomi.
Rekrut karyawan dengan baik. Tanpa memedulikan ukuran usaha Anda, pada akhirnya Anda akan merekrut karyawan dari luar. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha. Sangat disayangkan sikap pemilik usaha yang punya visi untuk usahanya, tapi merekrut karyawan yang justru menghalanginya meraih visi tersebut.
Jual kelebihannya, bukan harganya. Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik. harga bukan segalanya tapi pelayanan dengan menunjukkan kelebihan nilai barang yang dijual bisa meningkatkan nilai jual barang tersebut
Ketahui angka dasar. Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang.
Gunakan teknologi terbaru. Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran. banyak teknologi baru dengan low cost
Perlakukan vendor dengan baik. Perlakukan vendor dan suplier Anda sebaik mungkin, seperti halnya Anda memperlakukan para pelanggan. Mereka bisa saja memberikan diskon berdasarkan besarnya volume pemesanan Anda, atau bahkan demi menjaga hubungan baik, serta berharap ada peningkatan volume di masa mendatang. Hubungan yang baik membuat mereka juga dapat memahami keterlambatan pembayaran, bahkan memberikan pengiriman gratis.
Jadilah yang terbaik. Anda tidak boleh setengah-setengah.Setiap hal yang Anda lakukan untuk klien harus lah yangterbaik. Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik. Lakukan itu terus menerus, dan kekuatan word of mouth akan menyebar. (Sumber: The Washington Post/Slate Magazine)
Andina Nabila Irvani.pebisnis muda Lukis sepatu
Andina Nabila Irvani. adalah seorang mahasiswi
jurusan desain komunikasi visual, Universitas Bina Nusantara Jakarta ini tidak hanya pandai di kelas. Dia juga sukses menjadi pengusaha muda.
Andina menekuni bidang yang
jarang digeluti banyak orang; melukis sepatu. melukis sepatu adalah hobi
Andina yang kini meraup omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.
tidak hanya melayani pasar dalam negeri, dara berjilbab kelahiran
Bandung, 31 Juni 1990 ini juga berhasil mengimpor produknya ke Malaysia,
Hongkong, Australia, dan Brunei Darussalam.
“Saya harus berusaha mengatur waktu
sebaik-baiknya agar studi dan bisnis tak saling mengganggu,” akunya
ketika ditanya apa resep suksesnya.
Berkat prestasinya di bidang bisnis,
gadis yang akrab disapa Dina ini meraih sejumlah penghargaan, antara
lain finalis di ajang Asia’s Best Young Entrepreneur 2009 dan Winner of
Shell Live Wire 2009.
Tidak mudah untuk memulai bisnis ini.
Saat baru pertama buka pada 2008, Dina harus rela begadang hampir tiap
malam. Karena sepulang kuliah, ia langsung mengurusi bisnisnya. Tapi
kini, dibantu sang kakak, Dina sudah punya 5 orang pelukis dan 1 orang
karyawan yang mengurus order. Dina mengaku punya modal awal hanya
sekitar Rp1 juta.
Sepatu yang ditawarkan Dina memang unik,
yakni bergambar lukisan tangan. Kiri-kanan kadang tidak sama persis.
Tapi itu tidak masalah. Justru membuat unik dan laris manis. . Untuk sepasang sepatu lukis harganya sekitar Rp 110.000 hingga Rp 200.000.
“Selain keberanian, harus punya inovasi,
dan mau kerja keras. Jangan lupa gunakan potensi yang ada di sekitar
kamu untuk membantu mengembangkan bisnis,” ujarnya saat ditanya apa yang
harus dilakukan jika mahasiswa ingin menjadi pebisnis.
Friday, July 26, 2013
Agus Supriyadi Owner F1 Printing
Agus Supriyadi Semangat memberi benar-benar ditunjukkan Agus Supriyadi, owner F1 Printing Jember Jatim yang masih berusia 30 an, dalam mendidik generasi muda agar memiliki jiwa entrepreneur yang tangguh. Semangat memberi itu, salah satunya ditunjukkan Agus dengan memberikan materi motivasi kepada pelaku usaha di Denpasar, Bali saat ada pertemuan Komunitas Tung Desem Waringin.
Pengusaha muda asli Jember ini mengisi bersama Made Robert, CEO (Chief Executive Officer) dari Business Owner School (BOS). BOS merupakan sekolah khusus bagi yang ingin menjadi Bos (pemilik usaha, Red). BOS merupakan konsep pendidikan informal yang fokus pada pengembangan entrepreneurship.
Program yang dikembangkan merupakan
pelatihan yang mengajarkan metode menjadi pengusaha yang berbasis
kompetensi dan etika dalam berbisnis. Sehingga pengusaha yang terbentuk
dari BOS bukanlah pengusaha instan/karbitan.
“Melainkan pengusaha yang terbentuk karena proses yang matang, menguasai
kompetensi untuk menjadi pengusaha, serta pengusaha yang memiliki etika
dalam menjalankan usahanya,” ujarnya.
Bisnis yang dihasilkan pun dapat membawa berkah bagi dirinya dan banyak orang. Konsep pembelajaran yang juga visi dari BOS
ini dikemas dalan sebuah program pelatihan rutin yang mendatangkan
mentor-mentor dengan latar belakang pengusaha para praktisi usaha
berskala nasional yang telah teruji.
“Sehingga diharapkan dapat memberikan jalur yang benar untuk sukses, yang pada akhirnya akan tercipta generasi pengusaha Indonesia yang mampu menggerakkan perekonomian dan menebar rahmat bagi lebih banyak orang. Dan mengangkat harkat-martabat bangsa Indonesia di dunia internasional,” paparnya.
Ini pula yang terjadi pada diri Agus F1,
pengusaha/praktisi bisnis yang dilahirkan dari keluarga tidak mampu,
bahkan minus yang kini sukses memiliki beberapa perusahaan di beberapa
kabupaten di Jawa Timur. Ketertarikan seorang Made Robert selaku CEO dari Business Owner School kepada Agus F1 ketika melihat Agus F1 memaparkan dan menjelaskan bisnis advertising di ratusan alumni Tung Desem Waringin dan Mampu Menyedot Perhatian semua Peserta Seminar karena penjelasannya sangat mudah di terima dan lugas.
Dari pertemuan tersebut, Agus F1 mendapatkan tawaran menjadi Mentor Motivasi Bisnis di Business Owner Schooll yang dilaksanakan di Denpasar Bali. Tawaran tersebut langsung disetujuinya. “Visi dan misi BOS dan semangat memberi yang menjadi motivasi seorang Agus F1
untuk selalu membagikan ilmu dan pengalamannya kepada siapa saja. Kalau
semua pengusaha sukses mau berbagi ilmu dan pengalamannya maka tidak
lama lagi Indonesia akan menjadi negara kaya di dunia,” ujar Agus F1. Alhasil semua peserta BOS merasakan antusias yang luar biasa. Bahkan Agus F1 langsung diundang khusus ke Singaraja Bali.
sumber : http://www.titik0km.com
Wednesday, July 24, 2013
Hafizh Suradiharja owner CV Roti John Bali Fresh
Hafizh Suradiharja, pemilik CV Roti John Bali Fresh, terjun di dunia usaha. Meski berulang kali harus menghadapi kepahitan, karena usahanya bangkrut, Hafizh tak patah arang. Mental yang kuat pun mengantarkannya untuk menggapai sukses sebagai pengusaha pada usia 25 tahun.
Hafizh muda memang akrab dengan dunia bisnis. Pada 2006 silam, ketika masih berstatus mahasiswa, pria kelahiran Jakarta ini menjajal peruntungannya dengan membuka sekolah disc jockey (DJ). tak pernah terpikirkan bagaimana awalnya membuka usaha itu. Ia berani membuka jasa pendidikan peramu musik karena menilai profesi itu sedang naik daun.
Hafizh pun melengkapi fasilitas sekolah DJ itu dengan peralatan yang bagus. Sayang, usaha ini hanya bertahan setahun. Ia menyadari, bahwa sekolah DJ miliknya tak punya nilai tambah di tengah menjamurnya sekolah DJ saat itu. “Saya tidak punya koneksi. Selain itu, banyak sekolah yang menawarkan biaya murah,” ujar dia.
Dari usaha pendidikan, Hafizh beralih menjadi pengusaha kuliner. Mengikuti tren yang sedang berkembang, Hafizh, yang kala itu masih menjadi mahasiswa Universitas Islam Jakarta, membuka kedai sop buah. Kedai ini sempat berkembang hingga memiliki tiga cabang. Lagi-lagi karena tak kuat bersaing, usaha sop buah Hafizh merugi dan bangkrut.
Tak putus asa, pria yang lahir di Jakarta, 29 Januari 1988, ini kembali menjajal usaha yang baru pada tahun 2008. Tapi, kali ini ia tak sendiri. Hafizh menjalin kerja sama dengan pengusaha asal Singapura untuk membuka biro perjalanan PT Apex Indonusa Prima. “Saya menyetor sekitar 30 persen dari total modal,” ujar dia. Hafizh mengaku, ia memperoleh dana untuk modal usaha itu dari pinjaman bank atas nama orang tuanya.
Setelah berjalan enam bulan, perjalanan bisnis kongsian itu tidak mulus. Perbedaan usia yang terlampau jauh membuat visi kedua partner bisnis tak sejalan lagi. “Partner saya yang jauh lebih tua memiliki pola pikir yang sangat hati-hati, berbeda dengan saya yang terlampau bersemangat saat itu,” kenang Hafizh. Ia pun menarik lagi modal yang telah ditanamkan.
Namun kongsi itu tidak sia-sia. Sang partner yang berasal Negeri Singa diakui Hafizh mendatangkan inspirasi membuka gerai roti john. “Partner dari Singapura itu selalu membawakan roti john ketika dia pulang,” kata Hafizh. Di sana, roti john sering disantap sebagai pengganti sarapan pagi.
Namun, di bisnis keempatnya ini Hafizh tak gegabah. Ketika usaha ketiga tak berjalan mulus, ia melakukan beberapa evaluasi atas kiprahnya. “Saya menyadari, selalu berada di zona merah yang sudah banyak pelakunya,” ujarnya. Dari situ, ia mendapat pencerahan, jika ingin memulai usaha lagi, harus menciptakan ide baru.
Lantas, ketika ia melihat belum ada orang yang berbisnis roti john di Indonesia, Hafizh pun segera menggarap bidang baru ini. Apalagi, dia melihat ada bisnis bakeri di sekitar rumahnya yang mampu bertahan lama. Pada 2009, pria lajang ini kembali mengajukan pinjaman bank, sebesar Rp 30 juta untuk memesan roti ke pabrik, sekaligus merenovasi sebuah kafe.
Sesuaikan pasar
Hafizh mendapatkan resep roti john ini dari temannya. Ia pun tak mengubah baik bentuk, tekstur dan rasa untuk mempertahan keasliannya. “Tekstur roti ini keras dengan satu pilihan rasa yakni telur dan bawang,” ujar dia.
Pada bulan pertama, pembeli banyak berdatangan. Namun, menginjak bulan kedua, ketiga, pengunjung justru semakin sepi. Tak mau pengalaman bangkrutnya berulang, Hafizh segera mencari cari tahu kesalahan bisnis barunya.
Ia pun menemukan banyak kekeliruan, seperti penetapan harga Rp 12.000 yang kurang ramah di kantong. Tekstur roti yang terlalu keras sampai tidak adanya varian rasa.
Sejak itu, Hafizh berpikir mencari jalan keluar. “Saya harus bikin roti yang sesuai dengan lidah orang Indonesia, enak, murah, dan bikin kenyang,” jelasnya. Ia pun mencari chef dari hotel berbintang untuk membuat roti yang sesuai dengan hasil evaluasinya.
Usaha terakhir ini pun sukses. Dengan 12 varian rasa, pembeli kembali menyesaki gerai roti john. Dengan modal tambahan, Hafizh juga mengembangkan konsep both untuk memperluas pemasaran. Kini, sudah ada 50 gerai roti john.
Hafizh pun mampu tersenyum lebar dan mencecap manisnya berbisnis. Bisnis keempatnya ini sudah menyerap 35 tenaga kerja yang memproduksi sekitar 500 hingga 1.000 roti per hari. Dalam sebulan, finalis wirausaha Mandiri 2011 ini menangguk omzet hingga ratusan juta rupiah.
Tak puas setelah menuai sukses di usaha roti john, Hafizh juga sedang mematangkan usaha yang tak jauh berbeda, yaitu minuman. “Kami akan membuat minuman khusus kopi,” ujar dia.
Pengalaman mengembangkan usaha roti john diterapkan Hafizh saat merancang bisnis terbarunya. Ia merangkul peramu kopi yang berpengalaman untuk merancang aneka menu kopi spesial di kedainya nanti. (J. Ani Kristanti, Melati Amaya Dori)
Hafizh muda memang akrab dengan dunia bisnis. Pada 2006 silam, ketika masih berstatus mahasiswa, pria kelahiran Jakarta ini menjajal peruntungannya dengan membuka sekolah disc jockey (DJ). tak pernah terpikirkan bagaimana awalnya membuka usaha itu. Ia berani membuka jasa pendidikan peramu musik karena menilai profesi itu sedang naik daun.
Hafizh pun melengkapi fasilitas sekolah DJ itu dengan peralatan yang bagus. Sayang, usaha ini hanya bertahan setahun. Ia menyadari, bahwa sekolah DJ miliknya tak punya nilai tambah di tengah menjamurnya sekolah DJ saat itu. “Saya tidak punya koneksi. Selain itu, banyak sekolah yang menawarkan biaya murah,” ujar dia.
Dari usaha pendidikan, Hafizh beralih menjadi pengusaha kuliner. Mengikuti tren yang sedang berkembang, Hafizh, yang kala itu masih menjadi mahasiswa Universitas Islam Jakarta, membuka kedai sop buah. Kedai ini sempat berkembang hingga memiliki tiga cabang. Lagi-lagi karena tak kuat bersaing, usaha sop buah Hafizh merugi dan bangkrut.
Tak putus asa, pria yang lahir di Jakarta, 29 Januari 1988, ini kembali menjajal usaha yang baru pada tahun 2008. Tapi, kali ini ia tak sendiri. Hafizh menjalin kerja sama dengan pengusaha asal Singapura untuk membuka biro perjalanan PT Apex Indonusa Prima. “Saya menyetor sekitar 30 persen dari total modal,” ujar dia. Hafizh mengaku, ia memperoleh dana untuk modal usaha itu dari pinjaman bank atas nama orang tuanya.
Setelah berjalan enam bulan, perjalanan bisnis kongsian itu tidak mulus. Perbedaan usia yang terlampau jauh membuat visi kedua partner bisnis tak sejalan lagi. “Partner saya yang jauh lebih tua memiliki pola pikir yang sangat hati-hati, berbeda dengan saya yang terlampau bersemangat saat itu,” kenang Hafizh. Ia pun menarik lagi modal yang telah ditanamkan.
Namun kongsi itu tidak sia-sia. Sang partner yang berasal Negeri Singa diakui Hafizh mendatangkan inspirasi membuka gerai roti john. “Partner dari Singapura itu selalu membawakan roti john ketika dia pulang,” kata Hafizh. Di sana, roti john sering disantap sebagai pengganti sarapan pagi.
Namun, di bisnis keempatnya ini Hafizh tak gegabah. Ketika usaha ketiga tak berjalan mulus, ia melakukan beberapa evaluasi atas kiprahnya. “Saya menyadari, selalu berada di zona merah yang sudah banyak pelakunya,” ujarnya. Dari situ, ia mendapat pencerahan, jika ingin memulai usaha lagi, harus menciptakan ide baru.
Lantas, ketika ia melihat belum ada orang yang berbisnis roti john di Indonesia, Hafizh pun segera menggarap bidang baru ini. Apalagi, dia melihat ada bisnis bakeri di sekitar rumahnya yang mampu bertahan lama. Pada 2009, pria lajang ini kembali mengajukan pinjaman bank, sebesar Rp 30 juta untuk memesan roti ke pabrik, sekaligus merenovasi sebuah kafe.
Sesuaikan pasar
Hafizh mendapatkan resep roti john ini dari temannya. Ia pun tak mengubah baik bentuk, tekstur dan rasa untuk mempertahan keasliannya. “Tekstur roti ini keras dengan satu pilihan rasa yakni telur dan bawang,” ujar dia.
Pada bulan pertama, pembeli banyak berdatangan. Namun, menginjak bulan kedua, ketiga, pengunjung justru semakin sepi. Tak mau pengalaman bangkrutnya berulang, Hafizh segera mencari cari tahu kesalahan bisnis barunya.
Ia pun menemukan banyak kekeliruan, seperti penetapan harga Rp 12.000 yang kurang ramah di kantong. Tekstur roti yang terlalu keras sampai tidak adanya varian rasa.
Sejak itu, Hafizh berpikir mencari jalan keluar. “Saya harus bikin roti yang sesuai dengan lidah orang Indonesia, enak, murah, dan bikin kenyang,” jelasnya. Ia pun mencari chef dari hotel berbintang untuk membuat roti yang sesuai dengan hasil evaluasinya.
Usaha terakhir ini pun sukses. Dengan 12 varian rasa, pembeli kembali menyesaki gerai roti john. Dengan modal tambahan, Hafizh juga mengembangkan konsep both untuk memperluas pemasaran. Kini, sudah ada 50 gerai roti john.
Hafizh pun mampu tersenyum lebar dan mencecap manisnya berbisnis. Bisnis keempatnya ini sudah menyerap 35 tenaga kerja yang memproduksi sekitar 500 hingga 1.000 roti per hari. Dalam sebulan, finalis wirausaha Mandiri 2011 ini menangguk omzet hingga ratusan juta rupiah.
Tak puas setelah menuai sukses di usaha roti john, Hafizh juga sedang mematangkan usaha yang tak jauh berbeda, yaitu minuman. “Kami akan membuat minuman khusus kopi,” ujar dia.
Pengalaman mengembangkan usaha roti john diterapkan Hafizh saat merancang bisnis terbarunya. Ia merangkul peramu kopi yang berpengalaman untuk merancang aneka menu kopi spesial di kedainya nanti. (J. Ani Kristanti, Melati Amaya Dori)
Sumber : KONTAN
Editor : Erlangga Djumen
Subscribe to:
Posts (Atom)
What's smart entrepeneur club



Twitter
Facebook